9 Syarat Kepemilikan dan Penggunaan Senapan Angin

Inilah 9 Syarat Kepemilikan dan Penggunaan Senapan Angin bagi Pemburu Pemula

 Kalau ada di antara kita yang mengganggap bahwa Senapan tak lebih dari mainan anak-anak yang di jual bebas, sepertinya tidak salah. Toh alat untuk olahraga menembak yang satu ini memang bisa dimiliki oleh siapa saja. Asal mampu membayar harganya.

Peredaran Senapan Angin di masyarakat memang masih dilematis. Satu sisi, pemerintah lewat Peraturan Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia Nomor 8 Tahun 2012 Tentang Pengawasan Dan Pengendalian Senjata Api Untuk Kepentingan Olahraga sudah jelas-jelas mengatur bagaimana penggunaan Senapan Angin.

Sementara di sisi yang lain, Senapan sudah terlanjur beredar luas sebelum peraturan tersebut keluar. Cukup sulit bagi aparat kepolisian untuk menegakkan peraturan tersebut.

Terlepas dari itu semua, sebagai pengguna sekaligus penikmat dan pecinta olahraga menembak. Tentu kita wajib bertanggungjawab pada penggunaanya. Termasuk juga peredaranya. Baik kepada diri sendiri sekaligus juga kepada sesama penikmat olahraga senapa angin. Tidak ingin bukan, olahraga yang kita cintai ternyata punya citra buruk di masyarakat.

Ada tahap-tahap yang harus dipahami betul-betul sebelum memutuskan memiliki dan menggunakan Senapan Angin.

 

senapan angin

 

Syarat Memiliki Senapan Angin

Yang berkembang di masyarakat, Senapan Angin dimanfaatkan dalam berbagai keperluan. Ada untuk berburu, ada untuk membasmi hama, ada untuk pajangan di rumah sebagai aksesoris dan ada pula untuk olahraga.

Sementara kalau dilihat dari Peraturan Kapolri Nomor 8 Tahun 2012 tentang Pengawasan, Pengendalian Senjata Api Untuk Olahraga. Senapan hanya dikenal sebagai olahraga saja.

  • Pasal 4 ayat (1) menyebutkan bahwa jenis senjata api untuk olahraga itu terdiri dari senjata api; pistol angin (air Pistol) dan Senapan Angin (air Rifle); dan juga airsoft gun.
  • Pasal 4 ayat (3), Senapan Angin yang masuk dalam kategori senjata api tersebut hanya digunakan untuk kepentingan olahraga. Di mana disitu disebutkan bahwa pistol angin dan Senapan Angin hanya digunakan
  • untuk kepentingan olahraga menembak sasaran atau target. Secara sempit, olahraga menembak sasaran hanya ada dalam pentas perlombaan. Tetapi kalau ditinjau secara luas, berburu juga bagian dari olahraga menembak.
  • Pasal 5 ayat (3) baik Senapan Angin, Airsoft Gun dan Pistol angin hanya dapat kita gunakan pada area pertandingan dan latihan.

Karena hukum hanya menghendaki Senapan Angin digunakan dalam area pertandingan dan latihan. Artinya hukum juga memberikan syarat terkait kepemilikanya. Hal ini bisa kita lihat di peraturan yang sama, tepatnya pada Pasal 12.

Untuk dapat memiliki dan atau menggunakan Senapan  atau pistol angin untuk olahraga, harus memenuhi persyaratan:

  • Harus punya KTA (kartu tanda anggota) klub menembak yang berada di bawah naungan Perbakin. Perbakin adalah persatuan menembak sasaran dan berburu seluruh Indonesia. Hampir seluruh wilayah Indonesia ada cabangnya. Silakan cari terlebih dahulu klub menembak di wilayah anda. Kalau tidak ada buat sendiri klub dengan mengajukan kepengurusan ke Perbakin.
  • Batas usia paling rendah adalah 15 tahun dan paling tinggi adalah 65 tahun. Di beberapa negara, batas kepemilikan Senapan Angin adalah 17 tahun. Batas usia tak lain untuk menghindari penyalahgunaan Senapan Angin. Jangan sampai anak-anak yang belum menyadari betapa bahanyanya Senapan Angin menggunakan secara bebas barang tersebut.
  • Surat keterangan sehat baik jasmani maupun rohani. Anda bisa minta ke dokter surat keteranga yang menyatakan bahwa anda benar-benar sehat. Sebagai pelengkap, datang juga ke psikolog untuk minta keterangan bahwa anda tak punya masalah dengan psikologi anda. Kalau tidak ada, minta saja dari dokter surat keterangan bahwa anda sehat baik jasmani maupun rohani.
  • Punya keterampilan menembak. Jadi sebaiknya, sebelum kita memutuskan untuk memiliki dan menggunakan Senapan Angin secara bebas, kita ikuti pelatihan menembak terlebih dahulu. Setidaknya dari pelatihan kita aka tahu standar penggunaan Senapan Angin yang lebih aman. Kita bisa membuktikan kalau kita punya kemampuan menembak dengan meminta surat keterangan pada Pengurus Provinsi (Pengprov) Perbakin. Untuk lebih mudah, uruslah secara bersamaan dalam satu klub.
  • Mengajukan permohonan ijin kepemilika dan pengunaan Senapan Angin ke Kapolda. Dalam pengajuan ini, juga harus kita lengkapi dengan:
    1. Foto Copy Surat Izin Impor dari Kapolri;
    2. Surat Rekomendasi Pengprov Perbakin;
    3. SKCK;
    4. Surat Keterangan Psikologi dan Kesehatan dari psikolog Polri;
    5. Foto Copy KTA klub menembak di bawah naungan Perbakin;
    6. Daftar Riwayat Hidup;
    7. Foto Copy Kartu Tanda Penduduk;
    8. Pas foto dengan dasar berwarna merah ukuran 4 x 6 cm sebanyak 2 lembar dan 2 x 3 cm sebanyak 2 lembar.
  • Ijin hanya berlaku selama satu tahun, dan bisa diperpanjang tiap tahunya. Ayat (9) Pasal 29 Peraturan Kapolri No 8 Tahun 2012, menyebutkan bahwa ijin untuk Senapan Angin, pistol angin, dan airsoft gun hanya berlaku selama satu tahun dan dapat diperpanjang tiap tahun. Terhitungnya sejak mulai ditetapkan.

Dari aturan tersebut terlihat jelas bahwa penggunaan Senapan Gejluk , airsoft gun juga pistol angin wajib memiliki ijin terlebih dahulu. Walaupun memang, kalau dilihat dari sanksinya, peraturan tersebut belum dilengkapi dengan adanya sanksi bagi yang melanggar.

Kalau diterapkan UU Darurat Nomor 12 Tahun 195, rasa-rasanya sanksinya terlalu berat. Di mana disebutkan bahwa saat menyalahgunakan senjata api, bisa dijatuhkan hukuman penjara seumur hidup selama dua puluh tahun atau hukuman mati.

Terlepas dari itu semua, sudah barang tentu kepolisian berhak menyita penggunaan Senapan Angin yang tidak memenuhi peryaratan tersebut. Apalagi tujuan dari diadakanya peraturan ini adalah untuk menjaga keamanan penggunaan Senapan Angin.

Korban Penyalahgunaan Senapan Angin

Ingat bahwa Senapan memiliki daya hancur yang hebat. Tetapi sangat mudah untuk kita mendapatkanya tanpa ijin.  Bahkan telah ada beberapa kejadian membuktikan penggunaan senapa angin yang tak tepat bisa mengakibatkan kematian. Setidaknya ada:

  • Edi Susanto 35 tahun warga Sukoharjo, Kab. Pati;
  • Nurwati, warga kab. Malang; dan
  • Arya, anak usia 11 tahun Kec. Ungaran Timur, Kab. Semarang.

Ketiganya meninggal karena penyalahgunaan Senapan Angin. Entah karena disengaja atau tidak, jika setiap penggunaan dan kepemilikan Senapan memenuhi aturan hukum. Barangkali efek negatif memiliki Senapan Angin sebagai bagian alat untuk olahraga menembak bisa diminimalisir.

Peraturan yang telah dikeluarkan oleh pemerintah, termasuk juga    Peraturan Kapolri No.8 Tahun 2012, bisa menjadi acuan administrasi bagi kepolisian dalam menertibkan sekaligus pemantauan peredaran jenis senjata olah raga. Baik itu pistol angin (Air Pistol), Airsoft Gun dan juga Senapan Angin (Air Rifle).

Selain itu, Peraturan Kapolri No.8 Tahun 2012 juga sebagai acuhan bagi kita peminat dan pencinta olah raga menembak, baik menggunakan pistol angin (Air Pistol), Airsoft Gun dan juga Senapan Angin (Air Rifle) untuk dilayani dengan baik oleh pihak Polri. Biarkan kita memiliki ijin memiliki alat olahraga menembak tersebut tanpa harus merepotkan kita sebagai penghobi. Tidak pula kita sembunyi-sembunyi memilikinya dan akhirnya memperberat kinerja kepolisian Negara Kesatuan Republik Indonesia ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


PROMO SPESIAL UNTUK BEDILER – KODE KUPON “AKSIJANTAN”